Cara Ternak Burung Kenari bagi Pemula

Cara Ternak Burung Kenari bagi Pemula

Pojok-vet.com – Cara Ternak sekarang ini telah menjadi salah satu favorit yang pastinya populer di pasaran lokal bahkan di dunia. Apalagi harga bisa dibilang stabil/konsisten mulai dari yang paling murah hingga yang paling mahal, bisa dicek harga bulan ini. Sebab itulah mengapa menjadi pilihan, dan berdasarkan survey kami, saat ini semakin banyak pemula yang tertarik dengan bisnis ini kemudian membudidayakan dengan anggapan bahwa merupakan jenis yang prospek kedepannya cukup menjanjikan.

Baca juga: Cara Merawat Burung Kenari Mabung dengan Mudah

Mengapa harus ? Alasan banyak orang memilih sebagai ternaknya adalah terus populer dan konsisten sepanjang masa, burng termasuk salah satu yang digemari banyak orang, memiliki bentuk tubuh yang mungil, memiliki suara yang bagus, lembut, nyaring, dan tidak kasar sehingga mampu menyejukkan hati bagi pemiliknya, dan mempunyai karakter lomba dan bisa dilihat pada even-even lomba sudah banyak sekali yang menyertakan sebagai kontes yang tepat.

Adapun beberapa ciri-ciri pada yang patut diunggulkan adalah sebagaia berikut:

termasuk jenis yang sangat mudah beradaptasi, ini mampu menyesuaikan diri pada pergantian atau kondisi lingkungan.

adalah tipe penyanyi dan petarung. ini apabila mendengarkan jenis lain sedang berkicau, maka ini pun akan mengikutinya, oleh karena itu disebut yang sangat mudah gacor.

sangat mudah naik birahinya. ini birahinya naik bisa disebabkan karena beberapa faktor antara lain, yaitu: pakan kurang variasi, terkadang dilakukan penjemuran yang secara berlebihan juga bisa menimbulkan naiknya birahi pada ini, dan naiknya birahi yang lain adalah apabila bertemu dengan betina.

Baca juga: Cara Menjodohkan Kenari Betina dan Jantan

Setelah mengetahui beberapa informasi mengenai di atas, maka selanjutnya akan kami bagikan tips dan cara ternak bagi para pemula. Poin-poin pentingnya adalah membedakan kelamin pada , mengetahui usia , memperhatikan kandang atau sangkar, dan lakukan penjodohan. Adapun panduan lengkap mengenai cara beternak adalah sebagai berikut:

1. Membedakan kelamin pada

Sebelum memulai beternak , pertama yang harus diperhatikan untuk pemula adalah harus tahu dahulu mana kelamin jantan dan betina. Untuk membedakannya cukup mudah, yaitu pada usia 1 bulan biasanya burung jantan sudah dipisah dari induknya dan seriung berbunyi, sedangkan betina maish belum berbunyi. Bisa juga dilihat pada bentuk tubuhnya, jantan biasanya bentuk tubuhnya agak panjang dan ramping, sedangkan pada betina bentuknya cenderung lebih bulat. Banyak juga orang yang melihat pada bentuk telur, biasanya pada telur yang dianggap jantan bentuknya oval dan agak lonjong, sedangkan telur yang dianggap betina bentuknya bulat.

2. Mengetahui usia burung

Penting juga mengetahui usia burung setiap saat, karena dnegan mengetahui usia burung maka anda dapat mengetahui kapan waktunya diberi pakan yang lembut, kasar, dll. Selain itu anda akan tahu kapan waktunya burung ini saatnya dikawinkan ataupun sudah saatnya untuk dijual. Biasanya burung yang siap untuk dikawinkan adalah pada usia 8 bulan bagi burung jantan, dan usia 6 bulan bagi betina. Usia burung termasuk salah satu faktor penting dalam pembudidayaan burung yang tentunya patut untuk anda ketahui.

Baca juga: Cara Membuat Kandang / Sangkar Kenari + Contoh Gambar dan Ukuran

3. Memperhatikan kondisi kandang atau sangkarnya

Dalam usaha budidaya jga perlu memperhatikan kondisi pada sangkarnya, mulai dari ukuran snagkarnya, meletakkan sangkar di daerah yang tepat, dan memperhatikan kebersihannya. Pilihlah sangkar yang ukurannya standar yang dijual di pasaran, jangan sampai terlalu kecil yang bisa mengakibatkan stress pada burung . Letakkan sangkar pada tempat yang tepat, misalnya: berada di samping tembok agar sangar tidak mudah goyah. Jauhkan dari tempat keramaian karena dapat menganggu dewasa saat proses mengerami telurnya. Dan hindarkan juga dari tempat yang tergolong tidak aman, yaitu terdapat banyak semut, serangga, yang bisa masuk ke dalam sangkar yang dapat membahayakan anda. Penting juga menjaga kebersihan sangkarnya, lakukan pembersihan secara teratur, yaitu bila dirasa sangkar sudah terlihat ada kotoran, maka langsung bersihkan.

4. Lakukan penjodohan

Dalam proses budidaya burung kenari, salah satu yang penting juga adalah proses penjodohannya. Prosespenjodohan harus dilakukan secara tepat, misalnya dengan cara meletakkan kenari indukan jantan dan betina pada sangkar khusus penjodohan, yaitu antara kenari jantan dan betina diberi sekat hingga beberapa hari dengan tuijuan agar keduanya saling mengenal dan kemudian akan terbiasa bila sudah waktunya untuk berkumpul atau bersama. Selain diberi sekat, ada juga yang langsung dipersatukan dalam satu snagkar. Namun hal ini perlu menperhatikan pada indukan, apabila indukan betina benar-benar sudah siap untuk dikawinkan.

6. Proses Mengerami

Pada proses ini burung kenari harus sudah berada pada sangkar yang tepat, yaitu sudah terdapat tempat untuk megerami telurnya. Biasanya di pasar sudah banyak yang menjual sangkar lengkap beserta tempat untuk mengerami telur. Pada proses mengerami ini termasuk salah satu poin keberhasilan dalam pembudidayaan burung kenari. Yang pelru anda ketahui bahwa pada proses ini biasanya membutuhkan waktu 12 hari hingga 14 hari lamanya, tergantu juga dnegan kondisi cuaca dan suhu udara. Biasanya para peternak menambahkan lampu 5 watt sebagai salah satu alat yang berperan dalam menghangatkan kondisi dalam sangkar.

Baca juga: Cara Membuat Kandang / Sangkar Kenari + Contoh Gambar dan Ukuran

Apabila sudah lebih dari 12 hari kemudian telur akan menetas satu per satu, dan pada umumnya semua telur menetas berselang 1 hari. Pada masa ini lakukan pemisahan pada kenari jantan, dan itu tergantung pada karakter kenari jantan. Jangan lupa persiapkan extra fooding agar anakan kenari tumbuh dengan baik.

You May Also Like

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.